Rabu, 01 November 2017

Hal - Hal Yang Dibenci Murid

Mari Introspeksi Diri 

Seorang guru yang ideal harus mendengarkan aspirasi dari muridnya. Tidak sebalikya bersikukuh dan cuek dengan sikapnya. Ingat kita hidup itu disamping kanan kiri kita adalah orang yang perlu kita sapa perlu kita hormati, kasihi dan sayangi. Hidup itu saling membutuhkan jika ada yang salah sikap, perbuatan jangan malu untuk memperbaiki diri. Harmonisasi hubungan guru dan murid sangat penting untuk efektivitas pembelajaran yang dinamis dan progresif. 

Dalam konteks ini, hal - hal yang dibenci murid sebaiknya menjadi parameter bagi seorang pendidik. Guru bisa bercermin dari siswa - siswa nya. Kadang hal - hal sepele yang kita anggap hal yang biasa aja akan tetapi hal tersebut justru menjadi hal yang serius dalam maju mundurnya motivasi siswa. Jika siswa kurang termotivasi untuk belajar maka sudah barang tentu malas dengan pelajaran yang kita sampaikan atau guru yang menyampaikan pelajaran sehingga mutu pendidikanpun akan sangat mempengaruhi. Lantas, seperti apa hal - hal yang dibenci murid dari gurunya?

1. Berpakaian kurang rapi 

Bukan hanya cara guru mengajar yang dinilai murid, namun hal pakaianpun mereka lebih teliti. Murid sangat senang melihat gurunya berpakain rapi. Guru harus bisa menyesuaikan baik warna baju atasan dan bawahan yang sesuai. Ketika murid senang dengan performance guru maka hal ini juga akan sangat berpengaruh terhadap pelajaran yang akan diterima murid. 

2. Jarang Masuk 

Guru boleh sibuk, namun jangan sekali- kali kesibukkannya lupa akan hal mengajar di sekolah. Ingat, siswa juga tujuan siswa ke sekolah adalah untuk mendapatkan ilmu dari gurunya. Jika gurunya malas - malasan masuk sekolah maka hal tersebut mengurangi hak siswa dan siswa pun menjadi benci dengan gurunya dan akhirnya malas juga masuk sekolah. 

3. Pilih Kasih (Tidak Adil) 

Pilih kasih merupakan tindakan yang tidak adil dan mencerminkan sikap arogan dari guru yang bersangkutan. Inilah yang harus dihindari guru. Sikap pilih kasih akan membuat siswa tidak menghormati gurunya. mereka tidak akan mengindahkan perintah dari gurunya. 

4. Suka Memberikan PR Tanpa Mengoreksi

Memberikan PR seharusnya sewajarnya saja, tidak terlalu panjang tidak terlalu pendek, tidak terlalu sering, tidak terlalu gampang dan tidak terlalu sulit, sesuaikan saja dengan tingkat kemampuan mereka. Namun ingat jika sering memberikan PR dan setiap pertemuan tidak dibahas itu akan membuat siswa akan jengkel. Hal ini siswa menjadi tidak respect lagi terhadap tugas seatau PR selanjutnya, mereka akan lebih menggampangkan dan tidak mengerjakan PR bahkan hanya mencontek PR temannya. 

5. Berkata Kasar

Siswa akan merekam semua baik perbuatan dan perkataan dari gurunya, yang pasti dia ingat seumur hidupnya. Bahkan terkadang siswa lebih percaya gurunya dari pada orang tuanya. Oleh sebab itu para guru harus hati - hati mengontrol emosi ketika sedang marah agar tidak berkata kasar didepan muridnya. Ingat guru itu digugu dan ditiru. 

6. Suka Menyuruh 

Hubungan siswa dengan guru merupakan hubungan fungsional akademik.  Urusan mereka hanya berkisar pada pengembangan ilmu, sikap, keterampilan dan profesionalisme. Diluar itu guru sebagai pengasuh dan pendidik yang memberikan keteladanan yang baik bagi siswanya. Walaupun guru sebagai pengelola kelas namun tidak seenaknya sendiri menyuruh siswa - siswanya untuk kepentingan pribadi. Misal menyuruh siswa untuk mengoreksi, input data dll. 

7. Menghukum semena- mena

Jika siswa ada yang kurang benar tugas guru adalah meluruskannya, berikan hukuman yang membuat dia tidak akan mengulangi kesalahannya. Namun hukuman itu adalah sewajarnya dan yang mendidik. Misal hukuman untuk menghafalkan perkalian, hukuman untuk presentasi di kelas dll. 

8. Cuek di dalam dan Luar Kelas 

Tersenyum dan menanyakan kabar siswa itu adalah hal yang membuat hati siswa juga senang terhadap gurunya. Cuek adalah sikap yang sangat tidak disukai siswa. Hubungan siswa dan guru bukan hanya mengajar dan belajar di kelas saja, namun sikap terhadap siswa juga penting untuk diperhatikan. Jika gur u cuek maka siswa pun juga akan cuek. 

9. Susah Dimintai Tolong

Suka menolong merupakan salah satu karakter pribadi seorang guru yang harus ada. Jika guru susah dimintai tolong siswa yang kesulitan misal dalam menyelesaikan masalah dalam matematika, maka siswapun akan bertindak apatis terhadap guru. 

Mohon Koreksi Jika ada salah, Trimakasih


Selasa, 31 Oktober 2017

Belajar Penjumlahan Anak SD

Anak SD Yang Baru Mengenal Penjumlahan 

Bagi orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi lebih pintar lebih cerdas lebih maju pendidikannya dari pada orang tuanya. Orang tua selalu memberikan yang terbaik demi masa depan putra putrinya kelak. Namun tidak sedikit orang tua bingung bagaimana cara memberikan pendidikan yang sesuai, contoh kecil saja ketika anak mulai belajar apa itu matematika, berkenalan dengan angka kemudian belajar penjumlahan. Matematika dianggap sebagian orang atau siswa adalah pelajaran yang sangat sakral, angker dan menakutkan. Banyak orang tua bertanya bagaimana agar anak mengerti paham akan penjumlahan??. Disisi lain penjumlahan merupakan dasar dari matematika yang harus dipelajari. Jika penjumlahan saja tidak bisa maka anak akan kesulitan dalam perkalian kelak. Matematika merupakan pelajaran yang selalu bersinergi dan saling berhubungan satu sama lain. 

Oke kali ini saya ada sedikit trik agar anak bisa lebih paham penjumlahan 

1. Fokuskan Perhatian Anak ke kita 

Sangat sulit jika anak sudah ramai dan main sendiri dengan temannya, oleh sebab itu sebagai          seorang pendidik baik guru maupun orang tua harus pandai - pandai mengalihkan perhatian anak. Salah satu caranya misal dengan kreasi tepuk, atau nyanyikan lagu - lagu pendek untuk memotivasi mereka. 

2. Memasukkan Materi  Penjumlahan 

setelah anak - anak mulai diam dan fokus, barulah kita memasukkan materi penjumlahan caranya:
"Oke anak - anak coba kalian angkat kedua tangan kalian ada berapa ya"? 
"dua bu... tp jarinya ada 10"
 "Pintar sekali, berarti kalian sudah bisa berhitung kan?"
 " Sudah bu..." 
 Coba 12 + 5  berapa? 
tanggapan anak - anak bermacam - macam ada yang langsung menebak 17, ada yang pinjem jari temannya, ada yang membuka kaos kaki menghitung dengan kakinya karena dirasa jari tangannya cuma ada 10, ada juga yang mengeluarkan ijiran (alat hitung bahawa jawa), ada juga yang yang membuat pagar sebanyak 17. banyak cara mereka masing - masing 

Coba liat sini semua ....

coba angka 12 dan 5 besar yang mana ?
"12 Bu..."
Oke coba 12 kita simpan di mulut kalian masing - masing. coba bilang semua dua belas. Nah kalian berarti sudah menyimpan angka 12 dimulut. sekarang yang kecil angka berapa? "lima Bu..."
Oke lima kita simpan di tangan, coba renggangkan angtak tangan kalian dengan lima jari
 Nah sekarang  Coba bilang 12, dan lima di tangan 
setelah angka 12 berarti ayook kita hitung (sambil praktek menunjuk jari lima tadi) 13, 14, 15, 16, 17
Nah jadi berapa 12 + 5 ? "17 Bu..." 

Jadi intinya adalah angka yang besar simpan di mulut dan yang kecil simpan di tangan ya...?
3. Bagaimana jika angka penjumlahan puluhan??

Ada yang bertanya egak anak - anak ? diam semua 
oke kalo begitu bu guru yang akan bertanya bagaimana jika 23 +23 kan sama - sama besar?
kalian bisa dengan cara bersusun kebawah seperti biasa bisa juga dengan cara 

Coba kamu liat 23 itu kan terdiri dari angka 20 dan 3. maka 20 jumlahkan dengan 20 menjadi 40, kemudian satuannya kita jumlahkan 3 +3 sama dengan 6 jadi 40 tambah 6 adalah 46

bagaimana jika 47 + 27 ?
berarti 40 jumlahkan dengan 20 sama dengan 60 kemudian 7 dijumlahkan dengan 7 sama dengan 14 maka 60 kita jumlahkan lgi dengan 10 samadengan 70 kemudian satuannya 4 menjadi 74 

Selamat Belajar Yaaaa. See You ...

 
 

 

Alat Peraga Matematika Sederhana 1

Alat Peraga Matematika Sederhana Terkadang guru dalam kelas bingung membuat alat peraga matematika yang cocok dengan pembelajaran di ...